Minggu, 26 Januari 2014

About Us [17] Alasan



About Us [17] Alasan 

 “Masih ngelamun aja nih?” Ify terkejut. Tiba-tiba saja sesosok wajah muncul di depannya dengan senyum yang sebenarnya terlihat sangat manis bila situasinya tak muncul tiba-tiba seperti ini, namun untuk saat ini senyum itu membuat Ify mengangkat kepanya yang sejak tadi ia tumpukan pada kedua tanganya.

Setia (Cerpen)

Setia

“Maaf..”

Ify sama sekali tak ingin membantah apa yang baru saja laki-laki di depannya ini tuduhkan padanya. Gadis itu membenarkan semua yang dikatakan laki-laki ini, tak dilebih-lebihkan atau dikurangi sedikitpun.

“Maaf?” Rio itu tersenyum kecut. Kedua lengannya mengepal kuat. “Kamu gak sama sekali ingin membela diri?”

Kisah Klasik (Cerpen)

Kisah Klasik 

Pernah gak sih ngerasa kesel sama orang?

Pastilah pernah! Ify merutuk dalam hati. Itu kan pertanyaan yang mestinya gak perlu ditanyakan. Siapa sih yang ga pernah ngerasa kesel? Kalau memang ada, salut banget deh.

Pernah ngerasa jatuh cinta?

Minggu, 23 Juni 2013

Kembar (Cerpen)


Kembar

***

Rio mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja. Sudah beberapa kali ia menguap. Matanya terasa berat, bahkan ia sempat tertidur beberapa saat yang lalu.

Dilihatnya gadis yang sedari tadi duduk di depannya. Gadis itu masih terlihat seperti pertama kali ia duduk. Tetap tenang dengan buku yang sama. Sesekali ekspresinya berubah. Kadang ia mengerutkan keningnya, tersenyum, bahkan samapai melotot.

Jumat, 21 Juni 2013

Unrequited (Cerpen)

Mataku masih memperhatikan seseorang di balkon sebrang sana. Bibirku tersenyum. Entah sejak kapan, aku kembali tertarik dengan wajah itu. senyumnya, tingkah lakunya sama sekali tak berubah. Dengan gayanya yang sedikit arogan, dengan mudah ia mendapatkan teman dan mengakrabkan diri dengan mereka. Sangat berbeda seratus delapan puluh derajat denganku, yang lebih memilih untuk diam dan tak bicara sedikitpun bila tak kenal dengan siapa pun.
 
“hey, ngelamun aja. Pake senyam-senyum segala lagi” aku menoleh, dan mendapati Shilla, sahabatku yang kini ikut menumpukan sikutnya pada tempok pembatas balkon tepat di sampingku.

About Us [16] Taman Bunga Impian

About Us [16] Taman Bunga Impian

Gadis itu melambaikan tangannya pada pemuda bermobil hitam yang baru saja mengantarkannya pulang. Ify tersenyum kecil. Rasanya ia rugi sekali pernah mengabaikan masa remajanya. Masa dimana seharusnya ia merasakan virus merah jambu itu.

Tapi ia tak sedikitpun menyasali apa yang telah terjadi padanya. Mungkin saja ini memang rencana Tuhan untuknya. Mungkin saja Tuhan sengaja menyimpan virus merah jambu itu, agar hari ini ia bisa merasakaan alangkah indahnya merasakan virus itu.

About Us [15] kabar dari Prissy

About Us [15] kabar dari Prissy


Alvin tergesa-gesa menuruni tangga untuk menuju ruang tamu. Tumben sekali ada yang bertamu siang-siang seperti ini. Sebenarnya Alvin tak sendiri di rumah. Ada pembantu yang biasanya dengan sigap membantu Alvin dan ayahnya. Alvin sudah mendengar bel rumahnya berbunyi beberapa kali, dan sepertinya si mbok belum juga membukakan pintu. Dan itulah yang membuat laki-laki tampan ini sedikit berlari menuju ruang tamu.

Alvin membuka pintu, ia sempat terkejut melihat siapa yang datang bertamu. Ini jauh dari dugaannya. Bukan teman kuliahnya, ataupun teman ayahnya. Dua orang yang sedang berdiri di depannya kini benar-benar di luar dugaan.